AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Rupiah Melemah ke Rp14.482 per USD Pagi Ini

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 01 April 2021 10:14 WIB
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan jelang pengumuman inflasi pada perdagangan pagi ini.
Rupiah Melemah ke Rp14.482 per USD Pagi Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan jelang pengumuman inflasi pada perdagangan pagi ini. Rupiah melemah di kisaran Rp14.500-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Kamis (1/4/2021), pada pukul 09.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 45 poin atau 0,31% ke level Rp14.525 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.482 hingga Rp14.570 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat Rupiah di kisaran Rp14.443 per USD. Rupiah bergerak di Rp14.443-14.443 per USD.

Sebelumnya, dolar AS menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Dolar AS pun mencapai level tertinggi terhadap yen, Jepang.

Menguatnya dolar AS karena investor bertaruh bahwa stimulus fiskal dan vaksinasi akan membantu Amerika Serikat memulihkan ekonomi dari pandemi global.

Indeks dolar naik hingga 93,439, tertinggi dalam hampir lima bulan. Ini telah naik mendekati 90 pada awal Maret.

Namun demikian, Greenback menahan kenaikannya menyusul data ekonomi AS terkait penambahan lebih dari 500.000 pekerjaan sektor swasta pada bulan Februari. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan gaji pegawai swasta AS 517.000 atau lebih rendah dari perkiraan pasar. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD