Data pemerintah AS menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 50.000 pekerjaan pada Desember, meleset dari ekspektasi kenaikan 66.000, sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4 persen, di bawah perkiraan 4,5 persen.
Data pekerjaan yang lebih lemah memperkuat tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut pada 2026.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dalam rentang Rp16.850-Rp16.890 per USD.
(DESI ANGRIANI)