Di sisi perdagangan saham, pergerakan saham CBRE juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pada sesi I perdagangan Senin (25/5/2026), saham CBRE sempat menyentuh level Rp1.050 per saham sebelum bergerak fluktuatif. Perseroan juga mengungkapkan sejumlah pihak yang direncanakan menjadi investor strategis dan standby buyer dalam aksi korporasi tersebut.
Direktur Utama CBRE Suminto Husin Giman mengatakan rights issue menjadi bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mendukung pengembangan bisnis jangka panjang, khususnya di sektor offshore support dan energi.
“Antusiasme investor yang cukup besar menjadi sinyal positif bagi perseroan. Kami melihat adanya kepercayaan pasar terhadap arah pengembangan bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Suminto, dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Manajemen menilai penguatan modal melalui rights issue diharapkan dapat mendukung transformasi bisnis perseroan dan pengembangan usaha ke depan.
(Shifa Nurhaliza Putri)