Di tengah pergerakan saham yang sangat agresif, analis Mirae Asset Sekuritas Wilbert Arifin dalam riset yang diterbitkan pada 3 Agustus 2026 menilai kenaikan harga saham ADES kini semakin bergantung pada kemampuan perseroan mempertahankan pertumbuhan laba, setelah fase ekspansi valuasi dinilai telah banyak tercermin dalam harga saham.
Kinerja operasional ADES sendiri masih sangat kuat.
Pada kuartal II-2026, perseroan membukukan laba bersih Rp275 miliar, naik 7,5 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) dan melonjak 61,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Pendapatan juga mencetak rekor baru sebesar Rp1,08 triliun, tumbuh 15,2 persen secara QoQ dan 75,8 persen secara YoY.
Dengan demikian, sepanjang semester I-2026 ADES mengantongi laba bersih Rp530 miliar atau naik 67,5 persen YoY, sementara pendapatan mencapai Rp2,02 triliun, meningkat 70,9 persen dibandingkan semester I-2025.
Baik laba maupun pendapatan berhasil melampaui capaian kuartal I-2026 yang sebelumnya juga telah menjadi rekor tertinggi perseroan.