Langkah ini dinilai membantu mengurangi kekhawatiran pasar terkait isu regenerasi kepemimpinan setelah presiden direktur sebelumnya mengundurkan diri.
Meski prospek pertumbuhan masih positif, Mirae Asset menilai ruang kenaikan valuasi saham ADES kini semakin terbatas.
Setelah sempat melonjak lebih dari 100 persen sejak awal tahun, valuasi saham diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) trailing 12 bulan sebesar 23 kali, lebih tinggi dibanding rata-rata emiten sejenis yang berada di kisaran 13,8 kali.
Walaupun rasio PEG sebesar 0,3 kali dan EV/EBIT 8,3 kali masih dinilai menarik jika mempertimbangkan pertumbuhan laba, Wilbert menegaskan bahwa kinerja laba akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan saham ke depan.
Risiko yang perlu dicermati antara lain kenaikan biaya bahan baku, keberlanjutan efisiensi biaya operasional, serta likuiditas perdagangan saham yang relatif tipis.