sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
12/01/2026 10:50 WIB
Saham emiten tambang emas melesat pada perdagangan Senin (12/1/2026) usai logam mulia acuannya menembus rekor tertinggi baru ke level USD4.600 per troy ons.
Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600. (Foto: Unsplash)
Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600. (Foto: Unsplash)

IDXChannel – Saham emiten tambang emas melesat pada perdagangan Senin (12/1/2026) usai logam mulia acuannya menembus rekor tertinggi baru ke level USD4.600 per troy ons.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.41 WIB, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melambung 8,40 persen ke Rp2.580 per unit, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melompat 6,06 persen menjadi Rp3.850 per unit, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mendaki 5,31 persen ke Rp1.785 per unit.

Kemudian, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bertambah 4,47 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meningkat 4,81 persen, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 2,80 persen.

Tidak ketinggalan, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terapresiasi 2,50 persen dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 0,61 persen.

Harga emas dunia di pasar spot (XAU/USD) melonjak dan untuk pertama kalinya menembus level psikologis USD4.600 per troy ons pada perdagangan Senin pagi.

Kenaikan ke rekor baru ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven serta ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang membuat emas tetap menjadi aset favorit investor.

Pergerakan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik global, di samping harapan akan penurunan lanjutan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Trading Economics, Ketua Parlemen Iran pada Minggu memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melakukan intervensi, menyusul ancaman Presiden Trump terkait kemungkinan serangan militer.

Peringatan itu muncul di tengah gelombang protes besar di Iran yang dilaporkan telah menewaskan ratusan orang.

Di sisi lain, AS terus melanjutkan blokade terhadap Venezuela setelah pencopotan Presiden Maduro.

Pekan lalu, otoritas AS kembali menyita dua kapal tanker yang terkait dengan ekspor minyak Venezuela dalam operasi terpisah.

Dari sisi data ekonomi, rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja berada di bawah ekspektasi.

Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tambahan hingga akhir tahun ini. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement