Founder dan Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi, menilai, pada Senin (16/3/2026), masuknya saham-saham tersebut ke GDXJ turut mendorong respons positif di pasar.
Sebaliknya, penyesuaian bobot indeks juga menekan beberapa saham lain.
Potensi outflow muncul dari rebalancing MVIS Global Gold Miners Index, yang menjadi acuan VanEck Gold Miners ETF (GDX).
Dalam indeks tersebut, bobot PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun dari 0,65 persen menjadi 0,52 persen dengan estimasi outflow mencapai USD46 juta.
“Amman juga downweight,” kata Kartika.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami penurunan bobot dari 0,77 persen menjadi 0,69 persen dengan potensi arus dana keluar sekitar USD26 juta.
Saham BRMS naik 3,70 persen ke Rp700 per unit usai anjlok hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen seiring pengumuman indeks kemarin.