Untuk strategi akuisisi, ASII menekankan fokus pada bisnis yang mendukung tiga lini inti atau mampu memberi dampak signifikan terhadap laba. Perseroan juga memprioritaskan akuisisi dengan skema controlling atau path to control.
Selain itu, ASII memperkenalkan skema remunerasi berbasis saham bagi direksi guna menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham. Perseroan turut menetapkan target TSR di level low-teens compound annual growth rate (CAGR) dalam lima tahun ke depan.
Analis Stockbit Sekuritas Andrian Tanuwijaya menilai, pada Selasa (26/5), strategic review tersebut pada dasarnya merupakan formalisasi arah kebijakan yang selama ini telah disampaikan manajemen, termasuk komitmen payout ratio 45-50 persen yang sudah dijalankan dalam dua tahun terakhir.
Namun, menurut dia, terdapat sejumlah poin baru yang menjadi perhatian pasar, seperti target TSR yang lebih terukur, penerapan share-based remuneration, serta pendekatan akuisisi yang dinilai lebih disiplin.
Menurut hitung-hitungan Andrian, komitmen buyback Rp8 triliun cukup meaningful sebagai support teknikal saham ASII, meski dampaknya ke harga saham tetap bergantung pada kecepatan eksekusi.