Ia menambahkan, target TSR low-teens CAGR juga menjadi tolok ukur baru bagi investor untuk mengevaluasi kinerja manajemen dalam jangka panjang, terutama jika dibandingkan dengan TSR historis ASII dalam 10 tahun terakhir yang berada di kisaran 6 persen.
Sementara, analis DBS Group Research menilai program buyback saham senilai Rp8 triliun yang disiapkan Astra International (ASII) dalam 12 bulan ke depan menjadi kejutan positif bagi pasar karena nilainya lebih besar dari perkiraan.
Dalam ulasannya, seperti dikutip Dow Jones Newswires, Selasa (26/5/2026), DBS menyebut langkah tersebut mempertegas fokus baru ASII terhadap peningkatan total shareholder return (TSR), setelah perseroan menyelesaikan strategic review beberapa waktu lalu.
Menurut DBS, nilai buyback Rp8 triliun setara sekitar 3,5 persen dari kapitalisasi pasar ASII saat ini, sehingga dinilai cukup signifikan untuk mendukung pergerakan saham.
Selain buyback, DBS juga menilai penegasan fokus ASII pada tiga segmen utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan, memberikan arah strategi yang lebih jelas bagi perusahaan ke depan.