BI menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen, tidak berubah sejak September, sesuai dengan ekspektasi bulat 26 ekonom yang disurvei Reuters.
BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.
"Berdasarkan asesmen dan proyeksi tersebut, Rapat Dewan Gubernur pada tanggal 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Perry menerangkan, keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, yaitu pada stabilitasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global, guna mencapai sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, kata Perry, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makro prudensial yang telah ditempuh selama ini.