Sejatinya, penurunan saham perbankan terjadi di tengah koreksi pasar secara umum. BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari pergerakan indeks yang sebelumnya terbilang agresif dan beberapa kali mencetak rekor anyar.
Menurut BRI Danareksa, penguatan yang terlalu cepat kerap diikuti oleh aksi ambil untung, terutama dari pelaku pasar tertentu.
“Momentum kenaikan yang kuat sering diikuti oleh profit taking (penjualan untuk mengunci keuntungan) — terutama dari investor institusi dan pelaku pasar jangka pendek,” tulis BRI Danareksa.
Aksi tersebut, lanjut BRI Danareksa, merupakan bagian dari dinamika yang lazim terjadi dalam pasar saham.
“Ini wajar terjadi dalam siklus pasar saham: setelah reli naik, investor melakukan rebalancing portofolio untuk mengunci profit, yang kemudian memberi tekanan jual di indeks,” imbuh BRI Danareksa.