IDXChannel - Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melesat di tengah perhatian pasar terhadap potensi integrasi dengan MUFG Bank Ltd cabang Jakarta dan peluang buyback bagi investor minoritas.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.31 WIB, saham BDMN melonjak 10,43 persen ke level Rp4.870 per saham.
Nilai transaksi tercatat Rp28,88 miliar dengan volume perdagangan mencapai 6,15 juta saham.
Penguatan tersebut melanjutkan reli sehari sebelumnya, saat BDMN naik 3,76 persen di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 3,46 persen.
Pada Selasa (19/5), pasar saham domestik tertekan pelemahan rupiah, arus keluar dana asing terkait rebalancing indeks MSCI dan FTSE Russell, hingga rumor pembentukan badan pengendali ekspor.
Sentimen positif BDMN muncul seiring Head of Investment and Advisory Stockbit & Bibit, Vivi Handoyo Lie dan Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto menilai integrasi BDMN dengan MUFG Indonesia berpotensi membuka opsi cash exit bagi pemegang saham minoritas melalui mekanisme dissenter buyback berdasarkan POJK 41/2019.
Menurut analisis tersebut, skenario buyback tidak harus menunggu proses delisting. Dalam sejumlah preseden integrasi perbankan, harga buyback bagi pemegang saham yang tidak menyetujui aksi korporasi umumnya diumumkan sebelum integrasi efektif berjalan.
Stockbit juga menilai valuasi buyback berpotensi berada di kisaran nilai buku hingga 1,5 kali nilai buku, mengacu pada transaksi serupa di sektor perbankan. Dengan BVPS BDMN per kuartal I-2026 sebesar Rp5.464 per saham, pasar mulai berspekulasi terhadap potensi valuasi dalam skenario integrasi tersebut.
Meski demikian, analis mengingatkan risiko utama tetap berada pada kemungkinan nota kesepahaman integrasi BDMN dan MUFG tidak berlanjut menjadi transaksi definitif. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.