Phintraco Sekuritas menilai respons pasar terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Jumat pagi waktu Indonesia relatif positif. Dalam laporan tersebut, Indonesia masih dipertahankan dalam kategori Emerging Market.
Namun, MSCI masih menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian investor global, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga pasar yang wajar.
Selain itu, MSCI juga mencatat keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing. Selanjutnya, MSCI akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 yang akan menentukan klasifikasi pasar Indonesia ke depan.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah melemah 0,06 persen ke posisi Rp17.804 per USD seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS. Penguatan dolar terjadi setelah muncul indikasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak mendatar (sideways) dengan rentang pergerakan di kisaran 6.100-6.250. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.