"Jujur, saya sendiri juga tidak menyangka antusias pasar yang sangat positif terhadap penawaran saham kami dengan oversubscribed (kelebihan permintaan) mencapai hampir 400 kali," kata Edwin.
Dia menilai, tingginya minat pasar juga memiliki konsekuensi tanggung jawab besar terhadap perseroan. Dia menegaskan, BSA Logistics akan terus berkontribusi di sektor logistik nasional, termasuk untuk terus mengembangkan perannya dalam rantai pasok (supply chain) global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penawaran saham WBSA mengalami oversubscribed hingga 39,59 kali untuk seluruh penjatahan dengan jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp1,46 triliun. Sementara jumlah oversubcribed hampir 400 kali terjadi di penjatahan terpusat (pooling allotment).
Dalam IPO ini, WBSA melepas 20,75 persen atau setara 1,8 juta saham kepada publik. Dengan harga Rp168, perseroan meraup dana sebesar Rp304 miliar.
Dana IPO tersebut rencananya digunakan untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) yang dimiliki pengendali BSA Logistics lewat PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Kebutuhan akuisisi ini diperkirakan mencapai Rp215 miliar.