IDXChannel - Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) kembali menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada hari kedua perdagangan sejak IPO pada Jumat (10/4/2026) lalu.
Hingga pukul 09.45 WIB, saham emiten jasa angkutan logistik itu menguat 24,8 persen ke Rp282. Sekitar 9 ribu lot saham WBSA diperjualbelikan dengan nilai transaksi sebesar Rp260 juta.
Jumlah antrean (bid) masih tebal dengan lebih dari 15 juta lot mengantre di harga pucuk. Namun, sejumlah investor ritel juga terpantau menjual saham antara 1-3 lot saham WBSA.
Pada Jumat lalu, saham WBSA juga menyentuh batas ARA setelah menguat 34,5 persen ke Rp226. Saat itu, nilai transaksi mencapai Rp462,9 juta dengan lebih dari 20 ribu lot saham diperdagangkan.
Direktur Utama BSA Logistics, Edwin Wibowo mengaku kaget dengan antusiasme investor terhadap saham WBSA yang menjadi emiten pertama yang IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.
"Jujur, saya sendiri juga tidak menyangka antusias pasar yang sangat positif terhadap penawaran saham kami dengan oversubscribed (kelebihan permintaan) mencapai hampir 400 kali," kata Edwin.
Dia menilai, tingginya minat pasar juga memiliki konsekuensi tanggung jawab besar terhadap perseroan. Dia menegaskan, BSA Logistics akan terus berkontribusi di sektor logistik nasional, termasuk untuk terus mengembangkan perannya dalam rantai pasok (supply chain) global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penawaran saham WBSA mengalami oversubscribed hingga 39,59 kali untuk seluruh penjatahan dengan jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp1,46 triliun. Sementara jumlah oversubcribed hampir 400 kali terjadi di penjatahan terpusat (pooling allotment).
Dalam IPO ini, WBSA melepas 20,75 persen atau setara 1,8 juta saham kepada publik. Dengan harga Rp168, perseroan meraup dana sebesar Rp304 miliar.
Dana IPO tersebut rencananya digunakan untuk mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) yang dimiliki pengendali BSA Logistics lewat PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Kebutuhan akuisisi ini diperkirakan mencapai Rp215 miliar.
Sementara sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja yang mencakup pendanaan operasional rutin, pengelolaan kebutuhan arus kas jangka pendek, dan pengembangan jaringan layanan logistik multimoda.
Dalam IPO ini, WBSA menunjuk OCBC Sekuritas (TP) dan Semesta Indovest Sekuritas (MG) sebagai penjamin pelaksana emisi efek serta Indo Capital Sekuritas (IU) sebagai penjamin emisi efek. MG mendapatkan porsi penjatahan terbesar sebanyak 72,07 persen, TP 27,83 persen, dan IU 0,10 persen.
(Rahmat Fiansyah)