Di pasar minyak nabati, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 1 persen, sedangkan kontrak minyak sawit juga menguat 1 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade bahkan melonjak 2,33 persen.
Pergerakan tersebut menjadi katalis bagi CPO karena minyak sawit bersaing langsung dengan minyak nabati lain untuk mendapatkan pangsa pasar global.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah turut memperkuat prospek CPO. Harga minyak dunia melonjak setelah kembali pecahnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru mengenai potensi gangguan pasokan dari kawasan produsen minyak utama dunia.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi membuat minyak sawit semakin kompetitif sebagai bahan baku biodiesel, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.
Dari dalam negeri, Indonesia telah menetapkan harga referensi CPO untuk September sebesar USD1.007,51 per ton berdasarkan regulasi Kementerian Perdagangan.