Pernyataan ini meredakan kekhawatiran akan potensi aksi militer AS serta menurunkan risiko geopolitik.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi setelah para legislator Eropa menunda persetujuan perjanjian dagang Uni Eropa-AS yang dicapai pada Juli lalu.
Di saat yang sama, aksi jual tajam pada obligasi pemerintah Jepang, dipicu janji pemotongan pajak terkait agenda pemilu, memunculkan kekhawatiran fiskal dan menopang sebagian permintaan aset lindung nilai.
Sementara itu, pelaku pasar menanti rilis laporan inflasi PCE AS yang sempat tertunda dan dijadwalkan terbit hari ini, yang diperkirakan memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.