Untuk pekan depan, lanjut Audi, TPIA masih akan cenderung tertekan terlebih jika sudah mulai bergerak di bawah level Rp4.700 atau MA20, maka potensi tertekan dapat menuju level Rp3.580.
“Akan tetapi jika bertahan, maka potensi penguatan dapat menuju level resistance Rp6.100,” imbuh Audi.
Senada, Senior Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Steven Gunawan mengatakan bahwa keluarnya TPIA dari daftar indeks LQ45 menjadi pemberat gerak saham Barito Grup.
“Jadi lebih sentimen saja, kalau fundamentalnya enggak ada masalah ya,” kata Steven.
Menurut Steven, momen penurunan harga ini bisa dipandang sebagai kesempatan untuk para pelaku pasar melakukan buy on weakness. “Karena pada dasarnya energi hijau masih punya ruang pertumbuhan di Indonesia,” tutur Steven.
(FRI)