IDXChannel - Saham emiten Prajogo Pangestu rontok berjamaah pada akhir perdagangan Jumat (26/1/2024), di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Saham CUAN ditutup anjlok 6,52% atau 575 poin ke level Rp8.250, saham BREN mengalami koreksi 0,95% atau 50 poin ke level Rp5.200, BREN turun 2,82% atau 30 poin ke level Rp1.035, serta TPIA melemah 2,26% atau 125 poin ke level Rp5.400.
Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengatakan sentimen yang membuat saham emiten Prajogo Pangestu mengalami koreksi yakni tergesernya TPIA dari indeks LQ45.
“Karena hal ini bisa menjadikan realokasi para pengelola fund pada saham TPIA menjadi turun,” kata Audi saat dihubungi IDX Channel pada Jumat (26/1/2024).
Audi mengatakan, indeks LQ45 juga merupakan indeks mayor yang ada di Bursa Efek Indonesia. Ditambah lagi, harga saham TPIA sejak pekan lalu naik hingga 86,13% setelah sempat level tertinggi pekan ini di Rp5.975, sehingga mendorong aksi profit taking investor.
Untuk pekan depan, lanjut Audi, TPIA masih akan cenderung tertekan terlebih jika sudah mulai bergerak di bawah level Rp4.700 atau MA20, maka potensi tertekan dapat menuju level Rp3.580.
“Akan tetapi jika bertahan, maka potensi penguatan dapat menuju level resistance Rp6.100,” imbuh Audi.
Senada, Senior Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Steven Gunawan mengatakan bahwa keluarnya TPIA dari daftar indeks LQ45 menjadi pemberat gerak saham Barito Grup.
“Jadi lebih sentimen saja, kalau fundamentalnya enggak ada masalah ya,” kata Steven.
Menurut Steven, momen penurunan harga ini bisa dipandang sebagai kesempatan untuk para pelaku pasar melakukan buy on weakness. “Karena pada dasarnya energi hijau masih punya ruang pertumbuhan di Indonesia,” tutur Steven.
(FRI)