Bertambahnya armada yang beroperasi ikut mendorong jumlah penumpang.
Sepanjang kuartal I-2026, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,42 juta penumpang, naik 6,76 persen secara tahunan.
Frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87 persen menjadi 38.675 penerbangan.
Meski kapasitas yang diukur melalui available seat kilometer (ASK) turun tipis 0,71 persen, tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) relatif stabil di 78,07 persen. Sementara itu, passenger yield meningkat 2,49 persen menjadi 7,56 sen dolar AS.
Pemulihan armada masih menjadi salah satu agenda utama Garuda sepanjang 2026.
Perseroan menargetkan tambahan empat Boeing 737-800 pada kuartal II-2026 dan dua Boeing 737-8 hingga akhir tahun. Di sisi lain, satu Airbus A330-200 dijadwalkan dikembalikan pada kuartal II 2026 dan empat Airbus A330-300 milik perseroan ditargetkan dipensiunkan pada akhir tahun.
Pada Citilink, perseroan juga menyiapkan penyesuaian armada dengan rencana mengembalikan satu Airbus A320-200 pada semester I 2026 serta menghentikan operasi lima Boeing 737-300 dan satu Boeing 737-500 hingga akhir tahun.
Selain pemulihan armada, Garuda menempatkan efisiensi dan transformasi bisnis sebagai fokus utama.