Manajemen juga mempertimbangkan bagaimana aksi tersebut dapat memperkuat ekosistem penerbangan nasional sekaligus mendukung keberlanjutan agenda transformasi Garuda Indonesia.
Dengan demikian, perkembangan lebih lanjut terkait rencana merger masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap saham GIAA.
Selain rencana penggabungan bisnis, investor juga menantikan laporan keuangan Garuda Indonesia untuk kuartal II 2026.
Hingga saat ini, GIAA belum merilis laporan keuangan kuartal II 2026 karena proses audit masih berlangsung. Kinerja kuartal II menjadi perhatian mengingat industri penerbangan masih menghadapi sejumlah tekanan eksternal.
Manajemen mengakui gejolak harga avtur serta dinamika geopolitik global menjadi sejumlah faktor yang membebani industri penerbangan.