Di sisi lain, ketegangan perdagangan global yang semakin meningkat memicu volatilitas pasar dan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.
Kondisi ini semakin pelik setelah sejumlah mitra dagang utama AS mengancam akan membalas kebijakan tarif baru yang diterapkan Washington.
"Tarif balasan, khususnya yang bersifat resiprokal, diperkirakan cukup merugikan," kata Kepala Ekonom Westpac, Illiana Jain.
Menurutnya, jika negara-negara mitra dagang AS terpaksa menerapkan tarif serupa demi melindungi industri dalam negeri, harga beberapa komoditas utama bisa naik.
"Hal ini tak hanya menghambat pertumbuhan, tetapi juga berisiko menggerus sentimen di Asia," ujarnya. (Aldo Fernando)