Seiring dengan kejatuhan saham-saham konglomerasi big cap di atas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,07 persen ke 8.878,72.
Pada Senin, IHSG ditutup melemah 0,58 persen ke level 8.884,72, setelah terimbas penurunan saham-saham konglomerat.
Kemarin, IHSG sempat merosot tajam hingga 2,48 persen ke posisi 8.715,41 pada rentang waktu 14.25-14.30 WIB, sebelum berbalik pulih cepat dan memangkas pelemahan hanya dalam 3-5 menit berikutnya.
Kejatuhan mendadak IHSG kemarin terjadi setelah indeks acuan tersebut sempat mencetak rekor dengan menembus level 9.000 untuk pertama kalinya secara intraday pada perdagangan 8 Januari 2026.
Menurut catatan Ashmore Indonesia, penurunan tajam IHSG di awal pekan ini salah satunya dipicu laporan broker yang menyinggung potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia melampaui 3 persen. Namun, Ashmore Indonesia menilai skenario tersebut relatif tidak realistis.