sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Konglomerat Paling Terpukul Sejak Awal 2026: DSSA, RISE, hingga TPIA

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
28/05/2026 11:48 WIB
Deretan saham yang terafiliasi dengan konglomerat besar Indonesia menjadi kelompok yang paling terpukul sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) per Selasa (
Saham Konglomerat Paling Terpukul Sejak Awal 2026: DSSA, RISE, hingga TPIA. (Foto: Magnific)
Saham Konglomerat Paling Terpukul Sejak Awal 2026: DSSA, RISE, hingga TPIA. (Foto: Magnific)

Sementara PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), yang sebagian sahamnya diakuisisi Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, merosot 78,74 persen ke Rp825.

Sorotan terbesar tertuju pada saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 78,42 persen ke Rp505, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 72,86 persen ke Rp1.900, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tergelincir 72,78 persen ke Rp2.640.

Selain faktor sentimen pasar, tekanan terhadap saham-saham konglomerasi tersebut juga dipicu revisi aturan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC.

Kebijakan baru itu membuat sejumlah saham jumbo berisiko keluar dari indeks utama seperti LQ45 dan IDX80.

Tidak hanya dari dalam negeri, tekanan juga datang dari indeks global. MSCI pada review Mei 2026 menghapus beberapa saham yang terafiliasi konglomerat besar Indonesia dari MSCI Global Standard Index, termasuk BREN, TPIA, DSSA, dan CUAN.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement