Pergerakan ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan pembicaraan dengan pejabat Iran hingga aksi protes mereda, sembari menyatakan dukungan kepada para demonstran.
Mengutip i gejolak di Iran, serta risiko keterlibatan AS, berpotensi mengancam produksi minyak negara tersebut yang mencapai sekitar 3,3 juta barel per hari.
Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif baru sebesar 25 persen, sehingga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan.
Di sisi lain, serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat terminal Laut Hitam milik Caspian Pipeline Consortium mengganggu ekspor minyak mentah Kazakhstan.
Gangguan ini memperparah keterlambatan pengiriman yang sebelumnya dipicu cuaca musim dingin ekstrem dan kerusakan fasilitas sandar.