sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Nvidia dkk Tekan Wall Street, Nasdaq Anjlok 1,98 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
11/06/2026 06:12 WIB
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan seluruh indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen.
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan seluruh indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen. (Foto: AFP)
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dengan seluruh indeks utama terkoreksi lebih dari 1 persen. (Foto: AFP)

Sentimen negatif turut diperburuk oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan damai. Menurut Hainlin, konflik tersebut berpotensi berlanjut hingga pertengahan atau akhir musim panas tahun ini.

"Konflik tersebut mungkin berlanjut hingga pertengahan atau akhir musim panas," katanya.

Di sisi lain, saham perusahaan logistik seperti XPO, JB Hunt, dan Old Dominion ikut tertekan setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan angkutan barang less-than-truckload di AS. Akibatnya, sektor industri menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 3,4 persen.

Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS naik 4,2 persen secara tahunan pada Mei 2026, tertinggi sejak April 2023. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Meski demikian, angka tersebut masih sejalan dengan perkiraan ekonom.

Setelah penutupan pasar, saham Oracle turun sekitar 1 persen usai merilis laporan keuangan. Sementara itu, saham Super Micro Computer anjlok 28 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana sebesar USD7 miliar melalui penerbitan saham dan instrumen terkait ekuitas guna mendukung pembelian komponen untuk bisnis server kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement