Dia memperkirakan tidak ada saham baru yang masuk ataupun naik kelas ke indeks standar karena kebijakan pembekuan masih berlaku.
Dengan demikian, peninjauan kali ini lebih bersifat penyesuaian komposisi indeks.
Menurutnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi kandidat paling kuat untuk diturunkan dari indeks MSCI Standard ke MSCI Small Cap.
Hal itu disebabkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan Foreign Inclusion Factor (FIF-adjusted market cap) telah turun di bawah ambang batas setelah harga sahamnya melemah sekitar 22,5 persen sejak peninjauan Mei 2026.
Sementara itu, GOTO dinilai menjadi variabel yang paling sulit diprediksi. Sejak Mei 2026, MSCI telah memantau saham tersebut karena persoalan likuiditas setelah harga saham bertahan di level batas bawah Rp50 per saham.