Menurut dia, tekanan pasar saat ini bukan hanya berasal dari keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI maupun FTSE. Investor juga masih dibayangi ketidakpastian global serta kondisi domestik yang belum kondusif.
Michael menambahkan pelemahan rupiah terhadap hampir seluruh mata uang asing turut menjadi perhatian pelaku pasar dan berpotensi memengaruhi arus dana asing di pasar saham Indonesia.
Sebelumnya, MSCI pada 13 Mei 2026 telah mengumumkan hasil review indeks Mei 2026. Perubahan tersebut efektif pada penutupan perdagangan hari ini dan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Dalam review tersebut, MSCI menghapus AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dari MSCI Global Standard Index tanpa adanya tambahan saham baru dari Indonesia.
Sementara pada MSCI Small Cap Index, AMRT yang turun peringkat menjadi satu-satunya saham yang masuk. Di sisi lain, MSCI mengeluarkan ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG dari indeks tersebut.