Akuisisi tersebut juga dipandang sebagai platform yang skalabel untuk mempercepat ekspansi regional PTRO di luar Indonesia.
Di sisi operasional, pipeline bisnis EPCI PTRO dinilai terus mengalami percepatan. Kontrak terbaru senilai USD9,5 juta dari Petronas menjadi bukti kemampuan PTRO dalam menangani proyek EPCI yang lebih besar dan berulang.
HP Sekuritas menilai, dengan kapasitas pendanaan yang lebih longgar, segmen ini berpotensi mencatat lonjakan pertumbuhan pada fase berikutnya.
Manajemen PTRO juga dinilai cukup disiplin dalam menjaga struktur permodalan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi aksi penggalangan ekuitas untuk mendukung ekspansi EPCI sekaligus memperkuat neraca keuangan perseroan.
Dari sisi kinerja, PTRO mencatatkan performa kuat sepanjang 9 bulan pertama 2025. Pendapatan tumbuh 18,4 persen secara tahunan, sementara laba operasional naik 28,7 persen.