Peluang PTRO semakin terbuka setelah MSCI memperbarui porsi free float saham ini menjadi 30 persen, dari sebelumnya 25 persen.
Perubahan tersebut menurunkan estimasi batas harga minimum (price cut-off) menjadi sekitar Rp11.000-Rp12.000 per saham, dibandingkan estimasi awal di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per saham.
Sementara, Henan Putihrai (HP) Sekuritas menilai prospek PTRO semakin solid seiring langkah ekspansi dan penguatan bisnis EPCI.
Dalam riset bertanggal 3 Desember 2025, HP Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) dengan menaikkan target harga PTRO menjadi Rp13.100, dari sebelumnya Rp10.000.
Analis HP Sekuritas menyoroti akuisisi 60 persen saham SBPL sebagai katalis penting. Langkah ini dinilai memperkuat kapabilitas EPC terintegrasi PTRO, membuka akses ke proyek bernilai lebih tinggi, serta menciptakan sinergi cross-selling.