Laba bersih bahkan melonjak 141,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang oleh momentum positif di bisnis pertambangan, EPC, serta kontribusi awal dari EPCI.
HP Sekuritas memperkirakan akselerasi EPCI pada kuartal IV-2025 akan mendorong kinerja semakin mendekati proyeksi penuh tahun 2025.
Kenaikan target harga PTRO didasarkan pada pendekatan discounted cash flow (DCF) dengan asumsi WACC 8,9 persen dan terminal growth 4,0 persen.
Meski demikian, HP Sekuritas tetap mencermati sejumlah risiko, terutama potensi perlambatan ramp-up EPCI dan tantangan integrasi SBPL yang dapat menekan kinerja jangka pendek.
Selain PTRO, saham Prajogo lainnya juga cenderung menghijau, macam PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 4,26 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tumbuh 3,37 persen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 1,81 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 1,09 persen.
Berbeda, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 0,26 persen. (Aldo Fernando)