sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Prajogo Terbang Jelang Rebalancing MSCI, BREN-CUAN ARA

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
29/05/2026 09:38 WIB
Saham-saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak melesat menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5).
Saham Prajogo Terbang Jelang Rebalancing MSCI, BREN-CUAN ARA. (Foto: Prajogo)
Saham Prajogo Terbang Jelang Rebalancing MSCI, BREN-CUAN ARA. (Foto: Prajogo)

IDXChannel - Saham-saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak melesat menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026).

Meski sejumlah emiten Grup Barito dipastikan keluar dari MSCI Global Standard Index, pergerakan sahamnya justru terpantau menguat tajam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.26 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak hingga auto rejecton atas (ARA) 25 persen ke level Rp3.300 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp877 miliar dan volume perdagangan 265,9 juta saham.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melesat hingga ARA 25 persen, tepatnya 24,75 persen, menjadi Rp630 per unit.

Kenaikan signifikan turut terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang naik 5 persen ke Rp1.995, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 16,58 persen ke Rp4.360, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melesat 18,97 persen ke Rp1.850.

Selain itu, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga naik 11,26 persen ke level Rp840.

Saham-saham Prajogo mencoba rebound usai mengalami tekanan jual tinggi sejak diumumkan keluar dari MSCI, ditambah sejumlah sentimen eksternal dan domestik.

Sebelumnya, MSCI pada 13 Mei 2026 telah mengumumkan hasil review indeks Mei 2026. Perubahan tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan hari ini atau 29 Mei 2026 dan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.

Dalam review tersebut, sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Tidak ada saham baru dari Indonesia yang masuk ke indeks tersebut.

Sementara pada MSCI Small Cap Index, AMRT, yang turun peringkat, menjadi satu-satunya saham yang masuk. Di sisi lain, MSCI mengeluarkan ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG dari indeks tersebut.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham yang keluar dari indeks MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat aksi rebalancing fund asing dan ETF berbasis MSCI.

Volatilitas pasar juga diperkirakan meningkat menjelang akhir Mei seiring penyesuaian portofolio investor institusi.

Selain itu, tidak adanya saham baru Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index dinilai menjadi sentimen tersendiri bagi pasar domestik.

BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat jadwal review MSCI berikutnya akan diumumkan pada 12 Agustus 2026 dan efektif berlaku mulai 1 September 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement