Saham energi dan batu bara lainnya turut memperdalam koreksi indeks. BUMI menyumbang penurunan 12,98 poin, UNTR sekitar 11,13 poin, serta BRPT sebesar 13,77 poin.
Sementara itu, GOTO dan BREN masing-masing menekan IHSG sekitar 15,79 poin dan 14,81 poin, menandakan tekanan jual juga terjadi pada saham teknologi dan energi terbarukan.
Secara keseluruhan, sepuluh saham top laggards tersebut menyumbang penurunan sekitar 191 poin terhadap IHSG, menjelaskan besarnya tekanan indeks meski pelemahan tidak terjadi secara merata di seluruh saham.
Tekanan Pasar dan Arus Modal Asing
Tekanan di pasar saham domestik kian terasa seiring investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,50 triliun sepanjang pekan.
Dalam periode yang sama, IHSG terkoreksi 1,37 persen ke level 8.951,01, menjauh dari posisi tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di 9.174,47 yang sempat disentuh pada perdagangan intraday 20 Januari 2026.