Sebelum terjun ke bisnis pengolahan sarang walet, perusahaan yang berdiri pada 2016 ini mengawali usaha dengan ekspor sarang walet mentah. RLCO baru terjun ke bisnis pengolahan dua tahun berikutnya dengan mendirikan Realfood Winta Asia.
Usai mengembangkan produk olahan sarang walet, pada 2024 perseroan memperluas jenis produknya ke segmen protein berbasis unggas. Dari sinilah RLCO mulai memproduksi kaldu ayam cair dan abon sapi.
Saham RLCO ARA 17 Kali, Siapa Pemiliknya?
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, per 31 Desember 2025 ada dua pengendali saham RLCO, yakni PT Realco Omega Investama dan Edwin Pranata.
Realco Omega Investama memiliki 2,42 miliar saham, setara 77,7 persen dari total saham terdaftar. Lalu Edwin Pranata yang saat ini menjabat sebagai direktur utama perseroan, memiliki 72,5 juta saham, setara 2,32 persen.
Adapun masyarakat (non-warkat) memiliki 627,5 juta saham, setara 20,08 persen dari total saham terdaftar. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham RLCO, atau pemilik perusahaannya, adalah Edwin Pranata.
Sejak pencatatan perdananya hingga 9 Januari 2026, RLCO mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 1.674 persen. Saham ini sempat diperdagangkan dengan skema full call auction (FCA) selama sepekan.
(Nadya Kurnia)