Harga minyak yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel, meskipun pelemahan minyak mentah dapat menekan permintaan.
Dari sisi mata uang, ringgit Malaysia menguat 0,1 persen terhadap dolar AS, yang membuat harga CPO menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sementara itu, permintaan biodiesel Indonesia diperkirakan meningkat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut kebutuhan bahan baku biodiesel diproyeksikan mencapai sekitar 15 juta ton pada tahun ini, naik 2 juta ton dibandingkan tahun lalu setelah implementasi program biodiesel berbasis sawit B50.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan ekspor minyak sawit mentah dan olahan Indonesia mencapai 4,54 juta ton pada dua bulan pertama 2026, naik 36,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah Indonesia juga menetapkan harga referensi CPO April sebesar USD989,63 per ton, naik dari Maret yang sebesar USD938,87 per ton. (Aldo Fernando)