AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Saham Sektor Konsumer dan Ritel Diprediksi Kurang Cuan Setelah Lebaran

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Minggu, 16 Mei 2021 06:13 WIB
Saham sektor konsumer dan ritel disebut akan sulit untuk memperoleh cuan setelah Lebaran tahun ini.
MNC Media

IDXChannel - Saham sektor konsumer dan ritel disebut akan sulit untuk memperoleh cuan setelah Lebaran tahun ini. Pasalnya, sentimen di pasar modal saat ini memiliki pengaruh tinggi terhadap kinerja atas masing-masing saham.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, biasanya banyak analis yang memperkirakan emiten-emiten sektor konsumer dan ritel akan melonjak harganya bahkan sebelum lebaran. Namun, saat ini hal tersebut tidak terjadi, dimana saham-saham seperti Unilever dan Indofood CBP justru menurun.

"Malah yang naik saham-saham perkebunan, pertambangan, belum lagi saham-saham small cap yang likuiditasnya rendah tapi malah volumenya tinggi, nah itu kan tergantung sentimen yang terjadi saat itu, jadi belum tentu in line lebaran dengan saham-saham konsumer maupun ritel," ujar Reza saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (15/5/2021).

Reza menambahkan, meskipun pusat perbelanjaan atau mal ramai dikunjungi masyarakat, hal itu tidak otomatis membuat harga saham sektor konsumer dan ritel membaik. Sebab, momentum dan kondisi lebaran saat ini agak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya itu dari sebelum lebaran sampai setelah lebaran jumlah pengunjung ke mal atau ritel memang tinggi, karena satu, daya beli masyarakat saat itu masih cukup tinggi. Kemudian yang kedua, jam operasional mal maupun ritel tidak dibatasi, kemudian lebaran kali ini libur lebarannya sedikit. Jadi jumlah waktu untuk mendongkrak pendapatan lebih sedikit walaupun dari pemberitaan yang ada (pengunjung) mal membludak tapi hanya beberapa hari," ucapnya.

Dia menyebut, sentimen baik dari global maupun dalam negeri akan sangat mempengaruhi kinerja saham di pasar modal, begitu juga dengan saham-saham apa saja yang akan memperoleh peningkatan setelah hari raya nanti.

"Jadi, saham apa yang akan memperoleh keuntungan setelah lebaran agak susah juga karena kita harus melihat sentimen apa yang terjadi setelah lebaran. Jadi akan kita lihat juga sentimen dari global, itu kan akan sangat mempengaruhi juga," kata dia.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD