Kuota di bawah 270 juta ton tetap lebih rendah dibandingkan tingkat produksi tahun sebelumnya, dengan proses penerbitan diperkirakan rampung pada Maret.
Di sisi lain, sejumlah smelter China yang beroperasi di Sulawesi Tengah dilaporkan belum menyerahkan laporan wajib kegiatan investasi.
Ketidaklengkapan dokumen tersebut membuat otoritas belum dapat memantau produksi secara menyeluruh.
Sementara itu, DMCI Mining Corporation dari Filipina mencatat rekor produksi bijih nikel sebesar 2,0 juta WMT pada 2025 dan menargetkan 3 juta WMT pada 2026, dengan volume ekspor diperkirakan berlanjut.
Pasokan dari Filipina ini menambah ketersediaan volume untuk pasar regional, termasuk China.