Dia menerangkan, sejauh ini perseroan belum memiliki rencana strategis 2026, karena masih fokus memastikan kegiatan operasional berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien.
Namun, terkait dengan rencana pengembangan bisnis, saat ini perseroan masih mengkaji dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan, kondisi industri angkutan laut global, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Perseroan akan menyampaikan rencana tersebut jika sudah ada, dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan pasar modal yang berlaku," kata Jackson.
Sebagai informasi, saham TIRT disuspensi oleh BEI lantaran peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Penghentian sementara perdagangan saham TIRT tersebut di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 23 Januari 2026 sampai dengan pengumuman lebih lanjut.
Saat itu, saham TIRT naik 9,91 persen ke Rp466 per saham.
(Dhera Arizona)