Emiten yang masuk kategori tersebut antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Tak hanya itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga diperkirakan keluar dari indeks MSCI Mei 2026 karena kapitalisasi pasar dinilai tak lagi memenuhi persyaratan.
Di tengah potensi pengurangan free float tersebut, hanya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang diperkirakan relatif tidak terdampak negatif.
“Jika skenario ini terjadi, kami memperkirakan bobot Indonesia di MSCI dapat turun menjadi sekitar 0,6 persen dari posisi saat ini 0,7 persen,” tulis Wilbert dalam riset tertanggal 6 Mei 2026.
Mirae Asset memperkirakan tekanan jual asing masih akan berlanjut setidaknya hingga rebalancing MSCI berikutnya pada Agustus 2026, saat penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) mulai berlaku.