Rangkaian kebijakan tersebut pada akhirnya membentuk ekosistem yang semakin kondusif bagi pertumbuhan bisnis berbasis ekonomi rendah karbon.
Momentum transisi energi ini juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha, termasuk perusahaan publik di pasar modal.
Sejumlah emiten mulai menata ulang model bisnisnya agar dapat masuk ke segmen bisnis rendah karbon, baik melalui pengelolaan limbah, pengembangan proyek energi bersih, kendaraan listrik, maupun diversifikasi ke sektor yang lebih ramah lingkungan.
Beberapa emiten yang aktif menggarap sektor ini antara lain PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Sumber Global Energy Tbk (SGER).
Perusahaan-perusahaan tersebut mulai menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dengan tren energi bersih sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dari agenda keberlanjutan.