“Lebih luas, emiten yang memiliki eksposur terhadap bisnis low carbon akan semakin menjadi sorotan pasar. Target net zero emissions yang terus dipantau memberikan insentif bagi perusahaan untuk agresif dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan, sehingga menjadi tolok ukur dan pilihan investor,” kata Andhika Audrey.
Andhika juga menekankan bahwa sektor low carbon emissions tidak hanya menarik dari sisi ukuran pasar dan prospek bisnis.
Sektor ini juga semakin dilirik oleh investor asing yang mengadopsi pendekatan investasi berbasis ESG (environmental, social, and governance) serta impact investing.
Menurut dia, emiten yang aktif mengembangkan bisnis rendah karbon berpotensi terus masuk dalam radar investor global tersebut.
Kondisi ini membuat prospek sektor low carbon emissions pada 2026 diperkirakan akan semakin menarik dan dinamis, baik dari sisi pertumbuhan bisnis maupun nilai investasinya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.