Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar karena jumlah penduduk yang tinggi. Kondisi ini membuat kebutuhan energi sekaligus volume produksi limbah juga besar.
Dalam konteks tersebut, agenda net zero emissions membuka peluang bisnis baru bagi sejumlah emiten, meskipun masing-masing perusahaan menempuh strategi dan model bisnis yang berbeda.
Perbedaan pendekatan terlihat dari arah transformasi bisnis yang dijalankan.
Sebagian perusahaan menitikberatkan pada pengelolaan limbah, sebagian lainnya mengembangkan proyek energi terbarukan, sementara ada pula yang mengombinasikan keduanya untuk membangun lini usaha yang lebih berkelanjutan.
Salah satu contoh transformasi tersebut terlihat pada TOBA. Menurut analis, perusahaan ini dinilai menarik karena berani mengalihkan fokus dari bisnis batu bara menuju sektor keberlanjutan, melalui pengembangan usaha pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik.
Langkah strategis yang ditempuh antara lain divestasi aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta akuisisi perusahaan pengelola limbah asal Singapura. Aksi ini memperluas kapasitas sekaligus jangkauan bisnis perusahaan di sektor pengelolaan limbah.