Pembukaan jalur strategis ini menjadi faktor kunci meredanya tekanan di pasar energi. Selat Hormuz selama ini merupakan chokepoint vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Sebelumnya, penutupan jalur tersebut sempat mengganggu hingga 13 juta barel per hari, menurut analis. Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi laporan media yang menyebutkan Washington tengah mempertimbangkan kesepakatan senilai USD20 miliar dengan Teheran, berupa skema pertukaran dana beku dengan penghentian pengayaan uranium Iran.
Sebelumnya, konflik yang melibatkan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sebelumnya sempat mendorong harga minyak melonjak hingga USD120 per barel, jauh di atas level pra-konflik sekitar USD70.
(DESI ANGRIANI)