AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Siap-siap Investor! BNI (BBNI) Bakal Buyback Saham Rp1,7 Triliun

MARKET NEWS
Rizky Pradita Ananda
Kamis, 22 Juli 2021 09:15 WIB
BBNI akan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp1,7 triliun. Rencana tersebut telah mendapatkan restu dari OJK.
BNI (BBNI) Bakal Buyback Saham Rp1,7 Triliun

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp1,7 triliun. Rencana tersebut telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Juli 2021.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor Perseroan. Adapun pembelian kembali saham akan dilaksanakan selama periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli 2021 sampai dengan 21 Oktober 2021.

"Perseroan meyakini bahwa Pembelian Kembali Saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan karena sampai dengan saat ini, Perseroan mempunyai modal yang memadai untuk 
membiayai kegiatan usaha Perseroan," bunyi keterangan tertulis BNI seperti dikutip pada Kamis (22/7/2021).

Manajemen BNI menjelaskan, di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10.000 kasus per hari sejak 17 Juni 2021, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan signifikan mencapai -25.0 persen year to date ke level Rp4,630 per 30 Juni 2021. 

Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0.75x atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60x. 

Mengenai aksi korporasi tersebut, manajemen BNI menganalisa dampak terhadap buyback saham tersebut, diantaranya, pendapatan Perseroan diperkirakan tidak menurun akibat pelaksanaan Pembelian Kembali saham; pembelian kembali saham diperkirakan mempunyai dampak minimal terhadap biaya pembiayaan Perseroan.

Kemudian, pembelian kembali saham akan menurunkan Aset dan Ekuitas Perseroan sebesar jumlah Pembelian Kembali Saham. Jika Perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk Pembelian Kembali Saham tersebut sebesar jumlah maksimum, maka jumlah Aset dan Ekuitas akan berkurang sebanyak-banyaknya Rp1,7 triliun.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan, karena Perseroan pada saat ini memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta Pembelian Kembali Saham," ucap manajemen BNI.

Adapun rencana BNI atas saham yang akan dibeli kembali yakni dapat melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD