Untuk menjaga tingkat utilisasi, LWI mengandalkan pasokan buah sawit dari kebun milik BPL yang berlokasi di sekitar pabrik melalui skema titip olah, serta membeli TBS dari pihak ketiga.
Ketergantungan terhadap pasokan eksternal tersebut dinilai meningkatkan risiko bisnis, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, ketidakpastian kontinuitas pasokan, hingga potensi terganggunya kesinambungan operasional pabrik.
Di sisi lain, LWI tetap harus menanggung berbagai biaya tetap, seperti biaya pemeliharaan fasilitas dan tenaga kerja, tanpa mempertimbangkan tingkat utilisasi pabrik. Kondisi tersebut membuat kepemilikan dan pengoperasian pabrik tidak lagi memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi perusahaan.
"Oleh karena itu, manajemen LWI memutuskan untuk mendivestasi pabrik tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam optimalisasi portofolio aset," tutur manajemen.
(DESI ANGRIANI)