sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sinar Terang Mandiri (MINE) Tetapkan Dividen Tunai Rp60,23 Miliar

Market news editor Rohman Wibowo
22/04/2026 14:42 WIB
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham.
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

Sepanjang 2025, MINE mencatat capaian positif kendati harus menghadapi kompleksitas industri tambang dan ekonomi global. Pendapatan MINE tumbuh 11,8 persen menjadi Rp2,36 triliun jika dibandingkan dengan raihan tahun 2024.

Kenaikan tersebut ditopang oleh kontribusi dua lini pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari dan proyek penambangan yang dikelola oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang secara signifikan memperkokoh portofolio bisnis perusahaan.

Ivo menambahkan, untuk tahun 2026, perseroan tetap agresif dalam menjaring kontrak baru, di samping terus memelihara kepercayaan klien yang telah terjalin serta melakukan pengembangan lini bisnis demi meningkatkan daya saing dan memperbesar peluang pertumbuhan.

“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Bagi kami, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai tambah kepada pemegang saham adalah kunci," ujar Ivo.

Ivo juga membeberkan soal realisasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga penutupan tahun 2025, seluruh dana tersebut telah terserap sepenuhnya sesuai dengan prospektus, mencakup pengadaan alat berat, akuisisi aset berupa tanah dan bangunan, serta kebutuhan modal kerja perseroan.
 
Sepanjang 2025, MINE telah berinvestasi pengadaan alat berat senilai Rp267 miliar yang difungsikan untuk mendukung operasional kontrak-kontrak terbaru. Ivo menilai prospek industri jasa penunjang pertambangan ke depan masih menjanjikan, meskipun tetap ada tantangan yang menyertainya. Hal tersebut berkorelasi dengan peran Indonesia sebagai aktor utama di industri pertambangan dunia, berbekal cadangan dan produksi komoditas strategis yang masif seperti nikel, batu bara, emas, serta mineral lainnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement