Selain bisnis inti asuransi, Sinarmas Sekuritas juga melihat potensi tambahan dari portofolio investasi TUGU yang besar dan likuid dengan nilai mencapai Rp11 triliun.
Kombinasi pertumbuhan premi, disiplin biaya, kontribusi pendapatan non-asuransi yang stabil, serta optimalisasi investasi diperkirakan akan mendukung pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
“Dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) sebesar 8 persen-9 persenper tahun sepanjang periode 2026–2030 serta rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 50 persen, TUGU menawarkan profil dividen yang menarik bagi investor," tulis Tim Riset Sinarmas Sekuritas.
Di sisi lain, Sekuritas tersebut juga turut menyoroti adanya wacana konsolidasi di industri asuransi umum yang menempatkan TUGU pada posisi yang strategis.
Menurut pandangan Tim Riset Sinarmas Sekuritas, konsolidasi industri asuransi BUMN berpotensi meningkatkan efisiensi, optimalisasi modal, dan daya saing industri, namun implementasinya harus tetap mempertimbangkan spesialisasi serta keunggulan masing-masing entitas.