sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

SINI Patok Harga Rights Issue Rp5.000, Potensi Dana Tembus Rp3,6 Triliun

Market news editor Desi Angriani
04/06/2026 13:59 WIB
SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan rasio 2:3.
SINI Patok Harga Rights Issue Rp5.000, Potensi Dana Tembus Rp3,6 Triliun (Foto: dok Freepik)
SINI Patok Harga Rights Issue Rp5.000, Potensi Dana Tembus Rp3,6 Triliun (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menetapkan harga pelaksanaan rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebesar Rp5.000 per saham. 

Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,6 triliun untuk mendanai akuisisi aset pertambangan batu bara, memperkuat struktur permodalan, serta menambah modal kerja.

Dalam prospektus terbaru, Selasa (2/6/2026) SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan rasio pelaksanaan 2 saham lama berhak atas 3 HMETD. 

Pelaksanaan rights issue tersebut berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga sekitar 60 persen bagi pemegang saham yang tidak mengambil bagian dalam aksi korporasi tersebut.

Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun. 

Selain itu, dana sebesar Rp900 miliar akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal pokok utang perseroan kepada kreditur, sementara sisa dana akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja.

Adapun nilai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti yang tercantum dalam keterbukaan informasi terbaru lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebelumnya diumumkan, yakni sekitar Rp1,7 triliun.

PT Kemilau Mulia Sakti merupakan perusahaan induk yang memiliki sejumlah entitas anak yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Akuisisi ini diyakini dapat memperkuat eksposur bisnis SINI di sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan batu bara.

Dari sisi komitmen pemegang saham, kelompok pengendali SINI yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro, yang secara kolektif menguasai 54,49 persen saham perseroan, akan melaksanakan sebagian haknya dengan nilai sedikitnya Rp900 miliar atau setara sekitar 180 juta rights.

Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada, entitas yang memiliki 19,74 persen saham SINI, berencana mengalihkan seluruh haknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai sekitar Rp712 miliar.

Di sisi lain, PTRO yang saat ini memiliki sekitar 0,25 persen saham SINI akan melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya. Selain itu, perusahaan jasa pertambangan tersebut juga menyatakan kesediaannya bertindak sebagai pembeli siaga dengan komitmen dana hingga sekitar Rp580,9 miliar.

Adapun jadwal pelaksanaan rights issue menetapkan tanggal cum rights di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Juli 2026. Selanjutnya, HMETD akan diperdagangkan selama periode 14-20 Juli 2026.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement