Atas dasar itu, Indo Premier mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CNMA dengan target harga Rp165 per unit.
Menurut mereka, pelemahan laba pada semester pertama telah banyak tercermin pada harga saham yang telah turun sekitar 27,3 persen sejak awal tahun.
Selain itu, perseroan juga berencana mempertahankan dividend payout ratio (DPR) sebesar 100 persen, yang diperkirakan memberikan dividend yield sekitar 9,7 persen pada tahun buku 2027.
Meski demikian, Indo Premier mengingatkan bahwa risiko utama terhadap proyeksi tersebut adalah apabila performa film-film internasional tidak memenuhi ekspektasi pasar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.