Perseroan menilai aksi pembelian kembali saham tersebut akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar.
"Perseroan memiliki fleksibilitas yang memungkinkan menjaga stabilitas harga saham Perseroan agar mencerminkan kinerja Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/7/2026).
Perseroan memastikan pelaksanaan buyback tidak memberikan dampak negatif terhadap pendapatan maupun kinerja keuangan. Hal itu karena sumber pendanaan berasal dari kas internal hasil kegiatan operasional, sehingga target laba Perseroan diperkirakan tetap dapat tercapai.
Adapun saham ASMI menguat 5,56 persen ke Rp19 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (24/7/2026), setelah sehari sebelumnya terkoreksi 5,26 persen.
Dalam sepekan terakhir, pergerakan saham Perseroan cenderung fluktuatif, sementara secara year to date (ytd) masih melemah sekitar 36,67 persen.